Type something and hit enter

Posted By On
Sutradara Matt Reeves membeberkan pendekatan cerita, villain dan jadwal rilis potensial ‘The Batman’, hingga strategi baru Warner Bros. dalam memproduksi film-film superhero DC.

Memulai proses pengembangan The Batman tak lama pasca merilis War for the Planet of the Apes pada 2017, sutradara Matt Reeves akhirnya berbagi banyak detail menarik seputar proyek film DC. Tak tanggung-tanggung, saat diwawancarai THR, Reeves membeberkan pendekatan cerita yang ia gunakan, villain dan jadwal rilis potensial, hingga strategi baru Warner Bros. dalam memproduksi film-film superhero DC.

Dimulai dari cerita, Reeves mengungkapkan harapannya untuk bisa menghadirkan kisah Batman yang tak hanya menegangkan, tapi juga emosional. Untuk mewujudkan visinya itu, Reeves memilih atmosfer ala film noir untuk The Batman, dan nantinya film ini akan lebih menonjolkan skill detektif Batman ketimbang film-film Batman sebelumnya. Konsep Batman sebagai detektif ini diusung Reeves karena di komiknya, sang superhero dijuluki World’s Greatest Detective. Selain itu, konsep detektif ini juga belum pernah jadi elemen utama dalam film-film Batman terdahulu, sehingga keputusan Reeves ini dinilai akan membuat The Batman tampil fresh.

Lebih spesifik lagi, Reeves menyatakan ingin melihat Batman versinya melakukan perjalanan untuk melacak keberadaan penjahat dan mengusut kasus kriminal. Dari cerita seperti ini, Reeves melihat karakter Batman bisa berevolusi seiring berjalannya waktu. Berangkat dari penjelasan Reeves, Batman versinya kemungkinan akan lebih banyak memecahkan teka-teki dan menginterogasi, daripada bertarung dengan segala gadget andalannya.

Lebih dari itu, Reeves mengkonfirmasi The Batman akan menghadirkan Rogues Gallery, sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut deretan penjahat di dunia superhero. Kendati tak mengungkap karakter mana yang tergabung dalam Rogues Gallery, pengakuan Reeves mengisyaratkan di filmnya nanti Batman akan menghadapi beberapa villain sekaligus. Adapun Reeves memastikan proses pencarian pemain akan segera dimulai, namun sayangnya ia belum buka suara apakah Ben Affleck akan kembali sebagai Batman. Yang jelas, saat ini Reeves masih fokus mematangkan skrip, dan memperkirakan The Batman akan dirilis akhir musim semi atau musim panas 2021.

Di luar The Batman, Reeves pun juga berbagi detail lain yang tak kalah menarik, yang menyangkut strategi baru WB untuk DCEU. Diakuinya, sekarang studio berkeyakinan bahwa mereka tak perlu berusaha menyelaraskan atau menghubungkan film-film DCEU. Karena kini prioritas utama WB adalah membuat film bagus berdasarkan karakter DC yang mereka miliki. Dengan demikian, wajar saja bila Reeves mengakui studio sangat supportif dan memberinya banyak waktu dalam meracik cerita The Batman.